Manfaat Berenang bagi Bayi
Manfaat mengajarkan berenang pada bayi sejak dini sangat banyak dan positif. Diantara manfaat mengajarkan bernenag pada bayi adalah mengurangi ketakutan pada air serta menyelamatkankan diri sendiri saat tenggelam adalah fungsi motorik bayi ketika berada di kolam renang.
Selain itu berenang dapat membantu pertumbuhan otot pada sang anak hingga meningkatkan daya tubuh mereka agar terhindar dari penyakit. Otot yang terlatih sejak bayi dan lentur memberikan lebih banyak manfaat lagi, selain postur tubuh perenang yang atletis ketika dewasa nantinya.
Penelitian tentang manfaat berenang pada bayi
Secara ilmiah manfaat berenang pada anak usia dini baru-baru ini dibuktikan secara ilmiah. Tim peneliti dari Griffith Institute for Educational Research, Australia, menyatakan belajar berenang pada usia dini membuat anak meraih perkembangan lebih cepat pada area kognitif, fisik, dan bahasa.
Metode studi tentang manfaat berenang pada bayi tersebut, tim melakukan survei pada 7.000 orang tua yang mempunyai anak di bawah usia 5 tahun. Penelitian berlangsung lebih dari tiga tahun dengan partisipan berasal dari Australia, Selandia Baru, dan Amerika Serikat. Peneliti memberi daftar perkembangan anak dan meminta para orang tua mengidentifikasi perkembangan anak mereka.
Juga diantisipasi untuk mencegah adanya kemungkinan bias orang tua dalam penelitian, tim peneliti juga mengobservasi 180 anak berusia 3-5 tahun dalam penelitian. Jumlah partisipan tersebut membuat penelitian ini menjadi studi paling komprehensif di dunia tentang anak-anak terkait dengan renang.
Menurut Robyn Jorgensen pemimpin studi penelitian terhadap bayi dan berenang ini, guru besar Universitas Griffith, sejumlah kemampuan anak-anak yang dilatih berenang sejak dini muncul lebih cepat dibanding anak-anak lainnya. “Banyak dari kemampuan-kemampuan itu yang membantu mereka menuju masa transisi dalam pembelajaran formal, seperti masa pra-sekolah dan masa sekolah,” kata Robyn, sebagaimana dilansir situs Medical News Today pada pertengahan November lalu.
Robyn Jorgensen menambahkan bahwa penelitian ini hasilnya signifikan, hasil penelitian menunjukkan perbedaan kecerdasan antara anak-anak yang berpartisipasi dalam renang dan mereka yang tidak adalah signifikan. Ini terlepas dari latar belakang sosial-ekonomi orang tua.
Tidak banyak faktor yang mempengaruhi berdasarkan penelitian, dua grup dengan sosial-ekonomi tertinggi menunjukkan hasil tes yang lebih baik dibanding dua grup dengan sosial-ekonomi lebih rendah. Namun, keempat grup tersebut mempunyai nilai yang lebih baik dibanding populasi normal. Peneliti juga menyatakan, tidak ada perbedaan hasil terkait dengan perbedaan jenis kelamin. Artinya, renang mempunyai nilai manfaat yang sama antara laki-laki dan perempuan.
Sesuai dengan prediksi para peneliti sebelumnya, anak-anak yang ikut ambil bagian dalam kegiatan renang pada usia dini mencapai perkembangan fisik yang lebih cepat. Peneliti juga terkejut, bahwa anak-anak tersebut secara signifikan mempunyai kemampuan visual-motorik yang lebih baik. Kemampuan tersebut di antaranya menggunting kertas, mewarnai, menggambar, serta membuat bentuk benda.
Lebih dari itu, anak-anak yang diajari berenang sejak dini juga punya skor yang lebih tinggi dalam tugas-tugas yang berhubungan dengan hitung-hitungan. Mereka juga punya ekspresi oral yang lebih baik. Ekspresi oral adalah kemampuan untuk berbicara dan menjelaskan sesuatu. Kemampuan yang diraih secara lebih cepat ini kelak akan menguntungkan si anak pada usia berikutnya.
Penelitian terhadap efek manfaat berenang pada bayi
Paul Thompson, salah satu pendiri Water Babies mengatakan, "Mengajarkan anak mengenai keamanan tingkat dasar di dalam air dan kepercayaan diri di dalam air bisa menyelamatkan jiwanya. Melalui pelatihan yang progresif, bayi bisa belajar keterampilan pertahanan diri sejak dini, seperti berenang mendekati benda padat saat berada di dalam air, dan lain sebagainya."
Perbedaan ini terlihat bahkan ketika anak-anak sudah berusia lima tahun. Professor Hermundur Sigmundsson dan Profesor Brian Hopkins membandingkan 19 bayi yang sering diajak bermain ke kolam renang dengan 19 bayi yang tidak pernah bermain dalam kolam renang.
Kelompok bayi yang suka berenang, secara teratur dua kali dalam seminggu selama dua jam berenang mulai usia 2-3 bulan sampai sekitar 7 bulan. Saat usia lima tahun, mereka dilihat kemampuannya dalam sebuah sesi khusus, yaitu mengapung di atas air, menyelam, melompat dari tepi kolam, dan menggapai objek yang mengambang.
Para peneliti menemukan hasil mengejutkan. "Kami melihat dengan jelas bahwa bayi itu adalah perenang terbaik dalam latihan yang berkaitan dengan keseimbangan dan kemampuan mencapai sesuatu, "kata Profesor Sigmundsson.
Hanya dibimbing secara sederhana oleh instruktur, bayi berusia tiga bulan mampu berada dalam posisi yang seimbang di air. "Instruktur mampu membuat bayi tiga bulan berasa dalam posisi seimbang," kata Sigmundsson.
Bayi yang melakukan latihan tertentu saat berenang, menurut Sigmundsson juga akan membuahkan hasil baik. "Ini sangat menarik bahwa program pelatihan renang bagi bayi berpengaruh di masa depan mereka. Perkembangan kemampuan menjaga keseimbangan dan berpadu dengan pengalaman dan pembelajaran."
Demikian banyaknya manfaat berenang pada anak usia dini, memberikan penjelasan yang baik bagi para orang tua untuk mengenalkan anaknya untuk dapat berenang bukan hanya sebagai kemampuan, namun juga manfaat bagi tubuh dan perkembangan otaknya.
Selain itu berenang dapat membantu pertumbuhan otot pada sang anak hingga meningkatkan daya tubuh mereka agar terhindar dari penyakit. Otot yang terlatih sejak bayi dan lentur memberikan lebih banyak manfaat lagi, selain postur tubuh perenang yang atletis ketika dewasa nantinya.
Penelitian tentang manfaat berenang pada bayi
Secara ilmiah manfaat berenang pada anak usia dini baru-baru ini dibuktikan secara ilmiah. Tim peneliti dari Griffith Institute for Educational Research, Australia, menyatakan belajar berenang pada usia dini membuat anak meraih perkembangan lebih cepat pada area kognitif, fisik, dan bahasa.
Metode studi tentang manfaat berenang pada bayi tersebut, tim melakukan survei pada 7.000 orang tua yang mempunyai anak di bawah usia 5 tahun. Penelitian berlangsung lebih dari tiga tahun dengan partisipan berasal dari Australia, Selandia Baru, dan Amerika Serikat. Peneliti memberi daftar perkembangan anak dan meminta para orang tua mengidentifikasi perkembangan anak mereka.
Juga diantisipasi untuk mencegah adanya kemungkinan bias orang tua dalam penelitian, tim peneliti juga mengobservasi 180 anak berusia 3-5 tahun dalam penelitian. Jumlah partisipan tersebut membuat penelitian ini menjadi studi paling komprehensif di dunia tentang anak-anak terkait dengan renang.
Menurut Robyn Jorgensen pemimpin studi penelitian terhadap bayi dan berenang ini, guru besar Universitas Griffith, sejumlah kemampuan anak-anak yang dilatih berenang sejak dini muncul lebih cepat dibanding anak-anak lainnya. “Banyak dari kemampuan-kemampuan itu yang membantu mereka menuju masa transisi dalam pembelajaran formal, seperti masa pra-sekolah dan masa sekolah,” kata Robyn, sebagaimana dilansir situs Medical News Today pada pertengahan November lalu.
Robyn Jorgensen menambahkan bahwa penelitian ini hasilnya signifikan, hasil penelitian menunjukkan perbedaan kecerdasan antara anak-anak yang berpartisipasi dalam renang dan mereka yang tidak adalah signifikan. Ini terlepas dari latar belakang sosial-ekonomi orang tua.
Tidak banyak faktor yang mempengaruhi berdasarkan penelitian, dua grup dengan sosial-ekonomi tertinggi menunjukkan hasil tes yang lebih baik dibanding dua grup dengan sosial-ekonomi lebih rendah. Namun, keempat grup tersebut mempunyai nilai yang lebih baik dibanding populasi normal. Peneliti juga menyatakan, tidak ada perbedaan hasil terkait dengan perbedaan jenis kelamin. Artinya, renang mempunyai nilai manfaat yang sama antara laki-laki dan perempuan.
Sesuai dengan prediksi para peneliti sebelumnya, anak-anak yang ikut ambil bagian dalam kegiatan renang pada usia dini mencapai perkembangan fisik yang lebih cepat. Peneliti juga terkejut, bahwa anak-anak tersebut secara signifikan mempunyai kemampuan visual-motorik yang lebih baik. Kemampuan tersebut di antaranya menggunting kertas, mewarnai, menggambar, serta membuat bentuk benda.
Lebih dari itu, anak-anak yang diajari berenang sejak dini juga punya skor yang lebih tinggi dalam tugas-tugas yang berhubungan dengan hitung-hitungan. Mereka juga punya ekspresi oral yang lebih baik. Ekspresi oral adalah kemampuan untuk berbicara dan menjelaskan sesuatu. Kemampuan yang diraih secara lebih cepat ini kelak akan menguntungkan si anak pada usia berikutnya.
Penelitian terhadap efek manfaat berenang pada bayi
Paul Thompson, salah satu pendiri Water Babies mengatakan, "Mengajarkan anak mengenai keamanan tingkat dasar di dalam air dan kepercayaan diri di dalam air bisa menyelamatkan jiwanya. Melalui pelatihan yang progresif, bayi bisa belajar keterampilan pertahanan diri sejak dini, seperti berenang mendekati benda padat saat berada di dalam air, dan lain sebagainya."
Perbedaan ini terlihat bahkan ketika anak-anak sudah berusia lima tahun. Professor Hermundur Sigmundsson dan Profesor Brian Hopkins membandingkan 19 bayi yang sering diajak bermain ke kolam renang dengan 19 bayi yang tidak pernah bermain dalam kolam renang.
Kelompok bayi yang suka berenang, secara teratur dua kali dalam seminggu selama dua jam berenang mulai usia 2-3 bulan sampai sekitar 7 bulan. Saat usia lima tahun, mereka dilihat kemampuannya dalam sebuah sesi khusus, yaitu mengapung di atas air, menyelam, melompat dari tepi kolam, dan menggapai objek yang mengambang.
Para peneliti menemukan hasil mengejutkan. "Kami melihat dengan jelas bahwa bayi itu adalah perenang terbaik dalam latihan yang berkaitan dengan keseimbangan dan kemampuan mencapai sesuatu, "kata Profesor Sigmundsson.
Hanya dibimbing secara sederhana oleh instruktur, bayi berusia tiga bulan mampu berada dalam posisi yang seimbang di air. "Instruktur mampu membuat bayi tiga bulan berasa dalam posisi seimbang," kata Sigmundsson.
Bayi yang melakukan latihan tertentu saat berenang, menurut Sigmundsson juga akan membuahkan hasil baik. "Ini sangat menarik bahwa program pelatihan renang bagi bayi berpengaruh di masa depan mereka. Perkembangan kemampuan menjaga keseimbangan dan berpadu dengan pengalaman dan pembelajaran."
Demikian banyaknya manfaat berenang pada anak usia dini, memberikan penjelasan yang baik bagi para orang tua untuk mengenalkan anaknya untuk dapat berenang bukan hanya sebagai kemampuan, namun juga manfaat bagi tubuh dan perkembangan otaknya.
Komentar
Posting Komentar